SATU KISAH KHALIFAH UMAR BIN KHATAB
Pada satu khotbah tarawih pada 10 hari kedua di bulan Ramadhan, sang khatib berkata bahwa salah satu doa yang mustajab(dikabulkan oleh Allah SWT) adalah doa dari seorang pemimpin yang adil.
Khalifah Umar bin Khatab adalah salah satu dari khalifah yang empat atau Khulafaur Rasyidin yaitu pemimpin yang mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW dalam penyelenggaraan negara yang dipimpinnya.
Beliau adalah pemimpin yang zuhud(baca:sederhana). Kehidupan kesehariannya tidak lebih dari kehidupan rakyatnya, berpakaian sederhana, makan dengan makanan yang sederhana, tempat tinggal yang sederhana pula. Tidak tergambar bahwa beliau adalah seorang pemimpin besar yang biasanya memunculkan eksistensi kebangsawanan dalam penampilan kesehariannya.
Seringkali ketika beliau melakukan inspeksi atau kunjungan ke berbagai wilayah negerinya, para gubernur atau pimpinan daerah yang dikunjungi sang khalifah merasa malu dan rikuh lantaran pakaian dan penampilan sang khalifah lebih sederhana daripada para pemimpin daerah tersebut.
Suatu ketika tentara Khalifah Umar dapat melakukan ekspansi ke Kerajaan Mesir yang merupakan negara yang kuat pada waktu tersebut. Secara bersamaan sampailah syiar Islam ke Mesir. Ritual-ritual rakyat Mesir pada waktu itu merupakan ritual yang menurut ajaran Islam adalah ritual-ritual syirik, sesat dan harus ditinggalkan. Dengan datangnya dakwah Islam serta merta menghapus praktek-praktek ritual yang sesat tersebut.
Salah satu ritual yang rutin dilakukan oleh rakyat Mesir, yang tinggal di sepanjang Sungai Nil adalah ritual mengorbankan seorang gadis cantik untuk dijadikan persembahan bagi sungai Nil. Pada waktu tersebut sungai Nil mempunyai peran yang sangat vital bagi rakyat Mesir untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan air. Sehingga persembahan tersebut diyakini akan menjadikan sungai Nil terus mengalirkan airnya dan dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat di sekitarnya.
Setelah ritual tersebut diperangi dan kemudian dihentikan, mendadak air sungai Nil pun berhenti mengalir sehingga rakyat Mesir kebingungan karena salah satu kebutuhan pokok mereka yaitu air tidak lagi bisa mereka dapatkan dari Sungai Nil. Dan mereka tentunya berfikir bahwa kejadian tersebut terjadi karena dihentikannya ritual pengorbanan bagi Sungai Nil yang sudah mereka lakukan secara turun-temurun.
Kemudian kejadian ini disampaikan kepada Khalifah Umar di Arab.
Segera Khalifah Umar berdoa kepada Allah dan lantas menulis
Kemudian oleh utusan khalifah,
Demikianlah seorang Khalifah Umar seorang pemimpin yang adil dan dijamin masuk surga dengan kezuhudan dan ketaqwaanya kepada Allah memimpin seluruh negeri Islam dengan tanpa ragu mengembalikan segala urusan kepada Allah dan Rasul-Nya.






