the hope

- the hope to improve live better -

25 September 2008

KISAH

SATU KISAH KHALIFAH UMAR BIN KHATAB

Pada satu khotbah tarawih pada 10 hari kedua di bulan Ramadhan, sang khatib berkata bahwa salah satu doa yang mustajab(dikabulkan oleh Allah SWT) adalah doa dari seorang pemimpin yang adil.

Khalifah Umar bin Khatab adalah salah satu dari khalifah yang empat atau Khulafaur Rasyidin yaitu pemimpin yang mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW dalam penyelenggaraan negara yang dipimpinnya.

Beliau adalah pemimpin yang zuhud(baca:sederhana). Kehidupan kesehariannya tidak lebih dari kehidupan rakyatnya, berpakaian sederhana, makan dengan makanan yang sederhana, tempat tinggal yang sederhana pula. Tidak tergambar bahwa beliau adalah seorang pemimpin besar yang biasanya memunculkan eksistensi kebangsawanan dalam penampilan kesehariannya.

Seringkali ketika beliau melakukan inspeksi atau kunjungan ke berbagai wilayah negerinya, para gubernur atau pimpinan daerah yang dikunjungi sang khalifah merasa malu dan rikuh lantaran pakaian dan penampilan sang khalifah lebih sederhana daripada para pemimpin daerah tersebut.

Suatu ketika tentara Khalifah Umar dapat melakukan ekspansi ke Kerajaan Mesir yang merupakan negara yang kuat pada waktu tersebut. Secara bersamaan sampailah syiar Islam ke Mesir. Ritual-ritual rakyat Mesir pada waktu itu merupakan ritual yang menurut ajaran Islam adalah ritual-ritual syirik, sesat dan harus ditinggalkan. Dengan datangnya dakwah Islam serta merta menghapus praktek-praktek ritual yang sesat tersebut.

Salah satu ritual yang rutin dilakukan oleh rakyat Mesir, yang tinggal di sepanjang Sungai Nil adalah ritual mengorbankan seorang gadis cantik untuk dijadikan persembahan bagi sungai Nil. Pada waktu tersebut sungai Nil mempunyai peran yang sangat vital bagi rakyat Mesir untuk memenuhi kebutuhan rakyat akan air. Sehingga persembahan tersebut diyakini akan menjadikan sungai Nil terus mengalirkan airnya dan dapat memberikan kesejahteraan bagi rakyat di sekitarnya.

Setelah ritual tersebut diperangi dan kemudian dihentikan, mendadak air sungai Nil pun berhenti mengalir sehingga rakyat Mesir kebingungan karena salah satu kebutuhan pokok mereka yaitu air tidak lagi bisa mereka dapatkan dari Sungai Nil. Dan mereka tentunya berfikir bahwa kejadian tersebut terjadi karena dihentikannya ritual pengorbanan bagi Sungai Nil yang sudah mereka lakukan secara turun-temurun.

Kemudian kejadian ini disampaikan kepada Khalifah Umar di Arab.

Segera Khalifah Umar berdoa kepada Allah dan lantas menulis surat yang ditujukan untuk sungai Nil yang intinya kurang lebih sebagai berikut : “ Wahai Sungai Nil segera alirkanlah airmu dan jika kamu tidak segera mengalirkan airmu kembali, itu adalah urusanmu dengan Allah”

Kemudian oleh utusan khalifah, surat itu dibawa ke Sungai Nil di Mesir dan dimasukkan ke dalam sungai Nil dan kemudian tak lama air di Sungai Nil mengalir kembali.

Demikianlah seorang Khalifah Umar seorang pemimpin yang adil dan dijamin masuk surga dengan kezuhudan dan ketaqwaanya kepada Allah memimpin seluruh negeri Islam dengan tanpa ragu mengembalikan segala urusan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Astaghfirullaahal Adziimi


I S T I G H F A R

oleh : Yun Robby Zakri

(disampaikan dalam kultum Shubuh 22 September 2008, Masjid Al Mahmudah)


Mungkin, masih ada di antara kita yang masih enggan membasahi bibir dengan memperbanyak istighfar. Padahal berbagai perkara dalam hidup ini benar-benar tidak bisa dilalui dengan baik tanpa istighfar.

Istighfar bukan hanya sampai dalam tahap perintah wajib tau sunnah yang mendatangkan pahala, tapi kebutuhan hidup yang tak tergantikan.

Berikut beberapa alasan yang menjadikan kita mustahil hidup tanpa istighfar :

  1. Karena Allah SWT sayang dan cinta kepada kita.

Istighfar merupakan sarana turunnya kasih sayang, rahmat dan cinta Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Istighfar adalah tanda ketundukan, kepasrahan, pengakuan, dan kelemahan seorang hamba di hadapan Allah SWT. Dan semua itu akan mendatangkan cinta dan kasih sayang Allah SWT.

Hadits Rasulullah yang diriwayatkan Anas bin Malik ra, “Sesungguhnya Allah lebih suka menerima taubat seorang hamba-Nya melebihi kesenangan seorang yang menemukan kembali tiba-tiba untanya yang telah hilang daripadanya di tengah hutan”(HR Bukhari-Muslim).

  1. Karena dosa kita yang selalu bertambah.

Bagi kita yang dosa-dosanya menggunung, kalimat istighfar tidak ada harganya.

Dahulu kala ada seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berteriak-teriak,”Aku telah berdosa…aku telah berdosa..” Rasul mengatakan,”Apa yang menimpamu?” Orang itu menerangkan,”Dosa-dosaku telah menghancurkan diriku ya Rasulullah”. Rasul lalu mengatakan,” Duduklah”. Orang itupun duduk dan Rasulullah bersabda, “Katakanlah: “Allahumma maghfiratuka awsa’u min dzunuubii, wa rahmatuka arjaa ‘indiii min amalii” (Ya allah, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosaku, dan kasih sayangmu lebih aku harapkan dari amal-amalku). Orang itupun mengatakan apa yang diajarkan Rasulullah SAW. “Ulangi lagi,”kata Rasulullah sampai orang itu mengulang tiga kali dan Rasul SAW bersabda, “Bangunlah, Allah SWT telah mengampuni dosamu”.

Manusia yang kerdil dan banyak dosa seharusnya lebih banyak beristighfar ketimbang Rasulullah SAW yang sudah ma’sum dari dosa.

  1. Karena dosa yang tidak kita rasakan itu lebih banyak daripada yang kita rasakan.

Sesungguhnya banyak dosa dan kesalahan yang tidak mampu kita raba. Banyak kekeliruan yang tak kita rasakan sebagai kekeliruan. Mari kita renungkan bahwa kita sudah mampu melaksanakan beberapa kewajiban yang diperintahkan Allah, akan tetapi berapa banyak larangan Allah yang kita langgar? Dosa-dosa kecil yang banyak kita perbuat dan tidak kita sadari lama-kelamaan akan menumpuk. Maka memohon ampun kepada Allah SWT adalah hal yang harus senantiasa kita laksanakan sesering mungkin.

  1. Karena jiwa kita menjadi lelah terbebani dosa.

Istighfar ibarat air yang menyirami dan membersihkan hati. Menghilangkan kotoran dan noda dosa dari jiwa. Istighfar adalah cahaya yang menghapus kegelapan orang-orang yang melakukan kemaksiyatan. Ibnul Qayyim Rahimahullah menulis dalam bukunya., “Salah satu sebab yang paling besar dari kesulitan hati adalah : menjauh dari Allah dan lalai berdzikir kepada Allah.” Karena itu menurutnya, ada tiga jenis hati yaitu : hati yang sakit, hati yang kasat, dan hati yang bersih dari penyakit. Dua jenis hati yang disebutkan di awal terkotori oleh asap kemaksiatan yang terus menerus bertumpuk. Sedangkan hati yang ketiga adalah hati yang selamat. Istighfar menjadikan hati lebih putih, lebih bersih dan lebih berkilau. Kondisi ini akan dirasakan saat seseorang melakukan banyak dosa dan kemaksiyatan lalu hatinya menjadi kasar, kasat dan legam karena dosa. Hati yang kasar pasti tercermin pada kesempitan hati, kegundahan, kerisauan, dan kebingungan pikiran.

Firman Allah dalam Surat Al Anfal ayat 33 :

dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun[608].


[608] Di antara mufassirin mengartikan yastagfiruuna dengan bertaubat dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang Muslim yang minta ampun kepada Allah.


  1. Karena kita dililit banyak masalah dalam hidup ini.

Kehidupan adalah wadah berbagai masalah yang harus dihadapi. Masalah bisa meliputi masalah pribadi, keluarga, rizki, sospol, cuaca alam dsb.

Imam Hasan Al Bashri didatangi seseorang yang mengeluhkan kekeringan, beliau menjawab,”Beristighfarlah kepada Allah”. Seseorang yang lain datang lagi menyampaikan masalah rizki yang melilit hidupnya. Hasal Al Bashri menjawab, ”Beristighfarlah kepada Allah”. Lalu datang lagi seseorang yang lain mengeluhkan belum mempunyai anak. Hasal Al Bashri menjawab, ”Beristighfarlah kepada Allah

Orang yang mendengarnya kemudian bertannya kenapa ia menyampaikan jawaban yang sama terhadap permasalahan yang berbeda-beda. Hasan Al Bashri menjawab, “Yang aku sampaikan itu bukan sama sekali dariku, tetapi sesungguhnya Allah berfirman dalam Surat Nuh ayat 10-12” :


10. Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.


Aquulu qoulihada Astagfirullaahal Adziimi,

18 September 2008

Novel Laskar Pelangi



Di sebelah toko jilbab Aisya terdapat rental buku. Di depan rental terdapat x-banner yang memuat buku-buku koleksi rental tersebut. Ada satu yang menarik pikiranku yaitu novel berjudul"Laskar Pelangi"(LP) dan segera aku ingin mengetahui ceritanya. Akhirnya aku di kantor iseng-iseng mencari-cari dengan keyword "Laskar Pelangi", eh nemu deh e-book LP, sepintas baca kok menarik. Akhirnya dengan bekal printer yang ada di rumah dan kertas-kertas bekas aku print dikit-dikit tuh novel, lalu kubaca semua subhanallah ternyata ceritanya bagus banget, sepintas ingat novel yang bagus juga "Ayat-ayat Cinta". Cerita yang sangat mempesona dengan latar yang cukup menarik. Awal cerita novel ini memberi gambaran betapa sangat lebar tingkat kesenjangan yang terjadi pada latar daerah cerita, yang saat ini mungkin menjadi sebuah miniatur kehidupan di negara seribu pulau Indonesia. Kemudian novel ini menceritakan berbagai macam perilaku, cita-cita, usaha dan kemauan yang terwakili oleh anak-anak laskar pelangi. Cerita sangat menarik di awal kemudian menuju puncak, trus cooling down-nya kok rasanya brenti mendadak gitu yach? Ada satu cerita yang aku senang yaitu cerita ketika Ical mengalami cinta monyet dengan A Ling, ceritanya spesial. Rasanya kok pernah mengalami gitu, hehee.. Ni ada Soundtrack-nya film Laskar Pelangi dari Nidji :
Katanya kalo bisa beli CD yang asli ya jangan yang bajakan.

http://rapidshare.com/files/146199308/Nidji_-_Laskar_Pelangi.mp3

10 April 2008

GL Max 125


Motor ini aku pakai sejak tahun 2002 sampai sekarang.
Menjadi kebanggaanku karena ini adalah motor pertamaku, aku beli secondhand dari sebuah instusi pesantren di dekat desa orang tuaku, di kawasan Wonosari, Klaten.

Motor ini warna dasar hitam, mempunyai volume silinder 125 cc, jadi ya nggak terlalu kenceng sih larinya, kalau dibandingkan dengan motor-motor produksi tahun-tahun sekarang yang sudah memakai generasi mesin terbaru.

Aku puas karena ketika aku beli, dalam keadaan siip...joz gandoz...jarang rewel mesinya kecuali sekarang, kayaknya perlu penggantian sparepart deh, soalnya kalau dalam keadaan mesin dingin, kunci harus di-on-kan sekitar 2 menit sebelum di-kick starter...apanya yach?

On The Way Home

Hari Kamis kemaren seperti biasa, aku keluar kantor jam 16.00 WIB, nggak nunggu-nunggu waktu lagi aku langsung meluncur ke Stasiun Lempuyangan, berharap-harap kereta Prameks dari Stasiun yang jadual berangkatnya jam 16.00 WIB telat datang, seperti seringkali terjadi sebelumya.

Alhamdulillah ternyata benar, kereta datang beberapa menit setelah aku sampai di Stasiun Lempuyangan, therefore aku bisa pulang lebih cepet. Seperti biasa kereta yang berjadual jam 16.00 selalu penuh, dan aku nggak kebagian kursi untuk duduk, bediri dah...

Seperti beberapa kali perjalanan sebelumnya, aku bareng sama Hafid, adik tingkatku waktu kuliah di Solo. Havid juga kerja di Jogja di seputaran Jl Kaliurang. Dia beberapa waktu melaju sebab untuk sementara waktu harus tinggal di Solo, sehubungan dengan kelahiran putra pertamanya.

Sama-sama berdiri, sepanjang jalan kami berdiskusi tentang banyak hal seperti kabar teman-teman se-almamater, diskusi tentang pekerjaan dan hal-hal ringan lainnya.
Namanya pengalaman, masing-masing orang pasti berbeda seiring dengan pola pikir, media, waktu, dan faktor-faktor yang lain. Banyak hal baru yang kami saling tukar dan obrolkan.

Kata kunci obrolan : kitchen set, HPL(High Pressure Laminated), sticker sandblast, Diamond.
Parkir Rizky.